North Sulawesi Youth Energy Forum 2025
Peran Generasi Muda dalam Mendukung Swasembada Energi di Sulawesi Utara
Manado, 24 September 2025
Di tengah desakan global terhadap transisi energi bersih dan urgensi penanganan perubahan iklim, Sulawesi Utara menghadapi momentum penting dalam membangun kemandirian energi berbasis potensi daerah. Provinsi yang terdiri atas lebih dari 280 pulau ini tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya panas bumi dan tenaga surya, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai poros energi maritim di Indonesia Timur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Mailangkay telah menetapkan arah kebijakan energi daerah melalui Visi 8, Misi 17, dan Program 4T (Tumbuh, Tertib, Tangguh, dan Terpadu), yang menempatkan sektor energi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi dan ketahanan wilayah kepulauan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap visi tersebut, Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara (DEM Sulut) didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulut, PLN UID Suluttenggo, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, serta Pertamina Patra Niaga, menyelenggarakan kegiatan North Sulawesi Youth Energy Forum 2025 (NSYEF).
Forum ini menjadi ruang dialog strategis bagi pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan pemuda untuk memperkuat kolaborasi menuju Swasembada Energi Sulawesi Utara 2030.
Daniel Duma: Arah Energi Daerah Selaras dengan 4T Gubernur
Dalam pembukaan, Daniel Duma, Staf Khusus Gubernur Bidang Pertambangan dan Energi, menegaskan bahwa kebijakan energi Sulawesi Utara diarahkan sejalan dengan visi pembangunan “Tumbuh, Tertib, Tangguh, dan Terpadu (4T)”. Pemerintah provinsi kini fokus pada pemerataan akses energi, pengembangan EBT di pulau-pulau kecil, dan kemitraan dengan masyarakat.
“Kemandirian energi adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. Gubernur menekankan pentingnya desa dan kepulauan menjadi pusat kemandirian energi berbasis potensi lokal,” ujar Duma.
Pemerintah Provinsi, kata dia, akan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan seperti DEM Sulut untuk mempercepat transisi energi berbasis masyarakat.
Pertamina Patra Niaga: Distribusi Tepat untuk Ketahanan Energi
Yahya Fikri Dwiyanto dari Pertamina Patra Niaga memaparkan langkah konkret dalam menjaga ketahanan energi daerah melalui digitalisasi sistem distribusi BBM bersubsidi.
Melalui program “Subsidi Tepat MyPertamina”, distribusi energi kini berbasis QR code dan data pengguna terdaftar, sehingga lebih transparan dan efisien.
Program ini membantu mengatasi praktik penyaluran tidak tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pertamina, Pemprov, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan energi daerah.
“Digitalisasi bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang keadilan energi—agar yang berhak benar-benar menikmati subsidi,” ungkap Yahya.
PLN UID Suluttenggo: Menuju 100% Rasio Elektrifikasi dan Green Power Sulut
Dalam paparannya, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa PLN terus berupaya memperluas akses energi hingga wilayah kepulauan melalui program dedieselisasi dan hybrid solar system.
PLN menargetkan rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2027, serta peningkatan bauran energi terbarukan di atas 30% pada 2030.
“Kami tidak hanya membangun jaringan, tapi membangun masa depan energi Sulut yang bersih dan berkeadilan. Program green hybrid PLN — kombinasi PLTS, baterai, dan diesel efisien — sudah mulai diterapkan di sejumlah pulau kecil,” ujar Usman.
Ia juga menambahkan bahwa PLN mendukung pengembangan Desa Energi Mandiri seperti di Pulau Mantehage melalui penyediaan PLTS off-grid dan pelatihan teknis pengelolaan energi desa, yang diinisiasi bersama Pemuda Energi Indonesia dan DEM Sulut.
Pertamina Geothermal Energy: Lahendong, Pusat Energi Panas Bumi Indonesia Timur
Dari sektor energi panas bumi, Budi Wigiarto (Manager Maintenance PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong) menyoroti kontribusi Lahendong sebagai pusat energi bersih Sulawesi Utara.
PGE saat ini mengoperasikan 6 unit PLTP dengan total kapasitas 120 MW, menyuplai sekitar 30% kebutuhan listrik regional, sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 600 ribu ton COâ‚‚ per tahun.
“Lahendong bukan hanya menghasilkan listrik, tapi juga membuka peluang sosial-ekonomi baru. PGE berkomitmen memperluas kemitraan riset dan pemberdayaan masyarakat berbasis panas bumi,” jelas Budi.
PGE juga tengah mempersiapkan pengembangan proyek geothermal skala kecil untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Minahasa dan Tompaso.
Erwin Damanik: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak Energi Berkeadilan
Erwin Damanik, Founder Pemuda Energi Indonesia, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor perubahan energi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita tidak bisa menunggu pemerintah atau korporasi saja. Pemuda Sulawesi Utara harus berdiri di garda terdepan mewujudkan energi berkeadilan,” tegasnya.
Erwin menampilkan contoh konkret program “Desa Berdaya Energi”, yang telah diterapkan di beberapa daerah melalui kolaborasi dengan PLN dan Pertamina.
Program ini menghadirkan sistem PLTS Off-Grid, freezer tenaga surya untuk nelayan, serta air bersih berbasis RO, yang sudah mulai diimplementasikan di Pulau Mantehage.
Arah Hasil dan Rekomendasi Forum
Sebagai hasil dari forum ini, sejumlah langkah strategis yang akan dituangkan dalam tindak lanjut program pembangunan Desa Ketahanan Maritim Pulau Mantehage dan pengembangannya di wilayah kepulauan lainnya, yaitu:
- Integrasi energi dan ekonomi lokal melalui pengembangan PLTS 10 kWp, freezer surya, dan sistem air bersih tenaga surya yang menopang aktivitas perikanan, UMKM, dan fasilitas publik desa.
- Peningkatan infrastruktur energi di kepulauan, termasuk pengembangan PLTS skala desa dan sistem air bersih tenaga surya untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
- Kemitraan riset antara perguruan tinggi dan industri energi untuk mendukung inovasi teknologi, efisiensi sistem, dan pelatihan teknis tenaga lokal.
- Penguatan literasi dan edukasi energi publik sebagai fondasi transisi energi berkeadilan, dengan melibatkan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat pesisir dalam program edukatif.
Langkah-langkah ini akan menjadi bagian dari pengawalan bersama antara Pemprov Sulut, PLN, Pertamina, akademisi, dan pemuda dalam memastikan kebijakan energi sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Penutup: Energi untuk Ketahanan dan Kemajuan Daerah
Josua Sondakh, Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara, menegaskan bahwa North Sulawesi Youth Energy Forum 2025 menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan generasi muda dalam membangun masa depan energi Sulut yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Forum ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan energi yang bukan hanya menerangi, tapi juga menyejahterakan. Generasi muda siap mengawal setiap langkah transformasi energi agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Josua.
Ia menambahkan, sinergi yang lahir dari forum ini menjadi pondasi penting bagi Sulawesi Utara untuk bergerak menuju provinsi yang mandiri energi, tangguh ekonomi, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.